Skip to content

Belajar Bahasa Biner Bagi Pemula

Februari 5, 2009

PHP+MySQL. Siapa yang tidak tahu bahwa duo sejoli ini adalah pasangan terpopular di dunia open source, bahkan di seluruh Internet. PHP telah menggeser Perl sebagai bahasa pilihan dalam membuat aplikasi Web, terutama bagi pemula. Dan PHP hampir selalu bersanding dengan MySQL; 90–95%+ skrip PHP di http://www.hotscripts.com mungkin bertuliskan “membutuhkan PHP dan MySQL”. Buku-buku PHP, termasuk untuk pemula, tidak akan dipandang afdol kalau belum membahas MySQL. Dan programer PHP, lambat atau cepat, mau atau tidak mau, pasti akan harus mengakrabi software database yang satu ini.
Sayangnya, banyak programer sudah bermain-main dan memakai MySQL secara live di situs produksi, padahal masih asing sama sekali dengan konsep database relasional. Bahkan sebetulnya MySQL juga banyak memiliki kekurangan dalam hal fitur SQL. Sehingga programer PHP tidak bisa memahami dan memanfaatkan kekuatan penuh database relasional + SQL.
Buat Anda para programer pemula yang memang masih awam dengan MySQL dan konsep database pada umumnya, tidak perlu minder atau khawatir. Di dunia IT yang bergerak serba cepat ini memang ada terlalu banyak hal yang harus dipelajari. Dan kebanyakan jadinya dipelajari sambil jalan, sambil dipraktikkan. Ketika mulai membangun CMS untuk satunet.com tahun 1999 pun, saya hanya punya skill terbatas tentang SQL: hanya tahu SELECT, UPDATE, DELETE, CREATE TABLE, dan DROP TABLE. Apa itu JOIN, bagaimana mengubah skema tabel, bagaimana mendesain database yang baik dan ternormalisasi, semuanya masih blank. Dan semua harus dipelajari sambil jalan. Tapi toh akhirnya semua baik-baik saja.
Lewat artikel ini kita akan membahas hal-hal dasar apa yang perlu diketahui agar bisa memakai MySQL dengan efektif dan efisien. Mari kita mulai dengan hal nomor satu:
1. Tabel MySQL bukanlah array
Programer PHP atau Perl tentu saja familiar dengan array dan hash, yang biasanya dipakai untuk menyimpan sekumpulan data terkait. Sebagian dari mereka yang tidak familiar dengan MySQL akan cenderung menganalogikan tabel database dengan array/hash (tepatnya, array of array atau array 2 dimensi). Tabel dipandang sama seperti sebuah array, hanya saja bisa berukuran besar sekali dan persisten (disimpan di disk).
Cara pandang ini tidak sepenuhnya salah, karena toh dalam mengambil record dari tabel biasanya ditampung ke dalam variabel array/hash. Hanya saja, cara pandang ini kadang-kadang membuat programer PHP melakukan sesuatu seperti:
$res = mysql_query(“SELECT * FROM t1″);
$rows = array();
while ($row = mysql_fetch_row($res)) $rows[] = $row;
echo “Jumlah record di tabel t1 = “, count($rows);
atau membuat tabel seperti:
CREATE TABLE t2 (
f0 INT UNSIGNED PRIMARY KEY AUTO_INCREMENT,
f1 INT UNSIGNED,
f2 VARCHAR(5),
f3 VARCHAR(200),
f4 VARCHAR(200),
f5 BLOB
);
Apa yang salah dengan kode PHP pertama di atas, yang bertujuan mencari jumlah record dalam sebuah tabel? Si programer, yang terlalu terobsesi menganggap tabel MySQL sebagai sebuah array, mencoba membangun dulu arraynya dengan mengisi satu-persatu elemen dari hasil query agar nantinya bisa menggunakan fungsi array count(). Masalahnya, bagaimana kalau jumlah record ada 100 ribu? 1 juta? 10 juta? Bukan itu saja, selesai di-count() variabel $rows langsung dibuang lagi! Padahal, ada cara yang jauh lebih efisien:
SELECT COUNT(*) FROM t1
Hasil querynya hanyalah sebuah record saja, tak peduli berapa pun ukuran tabel t1.
Lalu apa yang salah dengan kode SQL kedua? Si programer Perl, dalam hal ini, terobsesi ingin mengambil tiap record di tabel dengan fungsi DBI $sth->fetchrow_array()
@row = $sth->fetchrow_array();
print $row[0]; # f0
print $row[1]; # f1
print $row[2]; # f2
# …
Enak bukan? Elemen ke-0 berisi nilai field f0, elemen ke-1 field f1, dst. Masalahnya, kemudahan ini mengorbankan nama field yang menjadi sangat tidak deskriptif. Belum lagi kalau tabel perlu diubah dengan menyisipkan field-field lain di antara field yang sudah ada. Atau field-field lama perlu dihapus. Semuanya akan menjadi mimpi buruk.
Sebagian pembaca mungkin geleng-geleng kepala. Apa benar ada programer PHP dan Perl yang melakukan kedua hal di atas? Percaya deh, ada. Saya pernah harus ketiban getah memaintain tabel dengan nama field kriptik seperti ini.
2. Bahasa SQL dan Fungsi-Fungsi MySQL
MySQL adalah database SQL bukan? Sayangnya, programer PHP pemula kadang terbatas sekali pengetahuan SQL-nya. Padahal, untuk menggunakan database MySQL dengan efektif, ia tidak boleh malas mempelajari bahasa kedua, yaitu SQL. Jika tidak belajar SQL, maka ada kemungkinan Anda akan melakukan hal-hal seperti:
$res = mysql_query(“SELECT * FROM bigtable”);
while ($row = mysql_fetch_assoc($res)) {
if ($row['age'] >= 40) {
echo “Ditemukan kustomer yang berusia lebih dari 40 tahun!\n”;
break;
}
}
Apa salah kode di atas? Si programer PHP mencoba mensimulasikan klausa WHERE SQL dengan melakukan pengujian kondisi di kode PHP. Padahal, yang seharusnya dilakukan adalah:
SELECT * FROM bigtable WHERE age >= 40
Ini amat mengirit trafik client/server karena tidak semua record harus dikirimkan dari MySQL ke program PHP Anda.
Sebagian pembaca mungkin geleng-geleng kepala. Apa benar ada programer PHP yang seperti ini? Percaya deh, ada.
SQL sudah menyediakan cara untuk menyortir data, memformat tampilan, mengelompokkan dan memfilter record, dsb. MySQL juga terkenal banyak menyediakan fungsi-fungsi, mulai dari manipulasi tanggal, angka, string, dsb. Kenali SQL dan fungsi-fungsi MySQL; jangan duplikasikan ini semua di PHP sebab akan lebih efisien jika dilakukan di level MySQL.
Ini contoh lain programer PHP yang tidak memanfaatkan fasilitas dari MySQL:
$res = mysql_query(“SELECT * FROM customers”);
while ($row = mysql_fetch_assoc($res)) {
# format semula yyyy-mm-dd…
preg_match(“/(\d\d\d\d)-(\d\d?)-(\d\d?)/”, $row[date], $matches);
# … dan ingin dijadikan dd/mm/yyyy
$tanggal = “$matches[3]/$matches[2]/$matches[1]“;
echo “Nama=$row[name], Tanggal lahir=$tanggal
\n”;
}
Padahal MySQL sudah menyediakan fungsi pemformatan dan manipulasi tanggal:
$res = mysql_query(“SELECT name, DATE_FORMAT(date,’%d-%m-%Y’) as tanggal “.
“FROM customers”);
while ($row = mysql_fetch_assoc($res)) {
# tidak perlu capek-capek manipulasi string lagi…
echo “Nama=$row[name], Tanggal lahir=$row[tanggal]
\n”;
}
Poin no. 2 ini kedengarannya klise, tapi, seperti nasihat Inggris bilang: know thy tools.
3. LIMIT, LIMIT, LIMIT
Salah satu alasan mengapa MySQL sangat cocok untuk aplikasi Web adalah mendukung klausa LIMIT. Dengan klausa ini, mudah sekali membatasi jumlah record hasil yang diinginkan dalam satu perintah SQL. Tidak perlu bermain kursor atau bersusah payah lewat cara lainnya. Belakangan database lain seperti PostgreSQL dan Firebird pun ikut mendukung fungsionalitas LIMIT (dengan sintaks yang tidak persis sama tentunya).
Sayangnya, programer PHP sendiri yang belum mengenal MySQL dengan baik tidak menggunakannya dengan semestinya.
$res = mysql_query(“SELECT name FROM users ORDER BY date”);
$rows = array();
for ($i=1; $i ‘nilai tertentu’). [Catatan: ada indeks lain yang “tidak biasa” di MySQL, yaitu FULLTEXT. Tapi ini di luar cakupan artikel kita kali ini.]
* Field jenis kelamin mungkin tidak perlu diindeks, kecuali jika perbandingan pria:wanita amat drastis bedanya. Mengapa? Sebab: 1) rentang nilai yang ada hanyalah dua: L (lelaki) dan P (perempuan). Meskipun Anda beri indeks, tidak akan memperbaiki kinerja.
7. Konkurensi, Locking, dan Transaksi
Programer web pemula kadang-kadang tidak menyadari bahwa program/skrip yang dibuatnya tidaklah seperti program desktop yang dijalankan oleh satu user. Melainkan, dalam satu waktu bisa saja ada 10 atau 100 user yang “menembak” skrip Anda di Web. Karena itu, isu locking dan konkurensi penting sekali. Contohnya adalah seperti ini:
$res = mysql_query(“SELECT value FROM counters WHERE name=’counter1′”);
list ($value) = mysql_fetch_row($res);
$value++;
// do something else first…
$res = mysql_query(“UPDATE counter SET value=$value WHERE name=’counter1′”);
Di antara baris pertama (saat kita mengambil nilai record) dan baris keempat (saat kita menaruh kembali nilai dalam record) mungkin saja telah terjadi beberapa kali perubahan terhadap si record. Misalnya, pada baris pertama klien1 memperoleh nilai $value = 100. Di baris 3 $value di-increment menjadi 101. Tapi apa yang terjadi jika selama selang waktu itu nilai record counter1 telah menjadi 103 (karena misalnya klien2, klien3, dan klien4 telah meng-incrementnya)? Oleh si klien1, counter1 direset kembali menjadi 101 dan akibatnya increment oleh klien2, klien3, dan klien4 hilang. Seharusnya nilai counter1 menjadi 104.
Untuk kasus di atas, pemecahannya cukup gampang. Lakukan increment secara atomik:
// tidak perlu ambil nilai counter dulu…
// do something else first…
$res = mysql_query(“UPDATE counter SET value=value+1 WHERE name=’counter1′”);
Tapi dalam kasus lain, kadang-kadang kita harus melakukan locking terhadap tabel atau record untuk menjamin bahwa selama kita // do something else… klien2, klien3, dan klien4 tidak bisa seenaknya menaikkan nilai counter:
mysql_query(“LOCK TABLES cuonters”);
$res = mysql_query(“SELECT value FROM counters WHERE name=’counter1′”);
list ($value) = mysql_fetch_row($res);
// do something else first… increase value or something…
$res = mysql_query(“UPDATE counter SET value=$value WHERE name=’counter1′”);
mysql_query(“UNLOCK TABLES”);
atau (lebih baik karena kita tidak perlu melock keseluruhan tabel):
mysql_query(“SELECT GET_LOCK(‘lock1′)”);
$res = mysql_query(“SELECT value FROM counters WHERE name=’counter1′”);
list ($value) = mysql_fetch_row($res);
// do something else first… increase value or something…
$res = mysql_query(“UPDATE counter SET value=$value WHERE name=’counter1′”);
mysql_query(“SELECT RELEASE_LOCK(‘lock1′)”);
Ingat, locking dapat berakibat samping yaitu deadlock.
Transaksi. Transaksi pun sesuatu yang dipergunakan secara meluas di dunia database, tapi hampir tidak pernah kita jumpai di bahasa pemrograman (ini karena data di bahasa pemrograman ditaruh dalam variabel di memori semua; tidak ada isu disk yang crash/lambat/rusak/harus disinkronkan dengan data di memori). Karena itu Anda perlu memahami konsep ini dari buku-buku tentang database.
8. Jenis Tabel
Di MySQL dikenal istilah table handler dan jenis tabel. Saat ini ada 3 jenis tabel utama yang bisa dipakai di MySQL: MyISAM (default), BerkeleyDB, dan InnoDB. Yang perlu diketahui ada tiga hal: 1) tidak semua tabel mendukung transaksi (MyISAM tidak mendukung transaksi, jadi COMMIT dan ROLLBACK tidak melakukan sesuatu yang semestinya jika Anda menerapkan pada tabel MyISAM); 2) tidak semua tabel punya karakteristik performance yang sama (BerkeleyDB misalnya, lambat jika ukuran tabel besar) dan disimpan dengan cara yang sama (tabel MyISAM misalnya disimpan dalam 3 file: .MYI, .MYD, .frm sementara tabel-tabel dan database-database InnoDB disimpan bersama dalam daerah disk yang disebut tablespace; 3) distribusi MySQL yang bukan -Max tidak dikompile dengan dukungan terhadap BerkeleyDB dan InnoDB.
Nomor 3 penting Anda ketahui karena jika kita menginstruksikan MySQL untuk membuat database dengan jenis tertentu:
CREATE TABLE (…) TYPE=BDB;
Dan MySQL tidak dikompile untuk mendukung BerkeleyDB, maka MySQL tidak akan protes dengan error, melainkan membuatkan tabel tersebut untuk kita tapi dengan tipe default yaitu MyISAM. Jadi Anda perlu mengecek dulu menggunakan SHOW TABLE STATUS:
mysql> create table t4 (i int) type=innodb;
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> show table status from mydb like ‘t4′;
+——+——–+-…
| Name | Type | …
+——+——–+-…
| t4 | MyISAM | …
+——+——–+-…
Ternyata MyISAM!
Penutup
Sebetulnya untuk memakai MySQL dengan baik dan benar diperlukan skill-skill dasar lain seperti membackup, merestore, mengeset parameter-parameter server, memonitor server, dsb. Tapi itu semua lebih merupakan tugas seorang administrator (DBA).

About these ads
No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: